Jenis Pewarna Rambut Uban

Pewarnaan uban bisa dilakukan dengan beberapa jenis produk. Setiap jenis memiliki cara kerja, ketahanan, dan pengaruh yang berbeda-beda. Berikut penjelasan singkatnya berdasarkan buku:

Cat rambut permanen digunakan untuk menutupi uban dengan baik dan memberikan hasil yang tahan lama. Biasanya cat ini mengandung amonia dan hidrogen peroksida yang membuka kutikula rambut, sehingga pigmen baru dapat masuk ke dalam batang rambut.

Prosesnya melibatkan pencampuran pewarna dengan developer, kemudian diaplikasikan ke rambut dan dibiarkan sesuai waktu yang dianjurkan sebelum dibilas.

Menutup uban sepenuhnya Ketahanan: paling lama

Pewarna semipermanen tidak mengandung amonia dan hanya menutupi permukaan batang rambut. Hasilnya lebih lembut dan tidak setahan pewarna permanen.

Warna biasanya bertahan sekitar 4–6 minggu, kemudian akan memudar secara bertahap setelah beberapa kali keramas.

Tanpa amonia Cocok untuk yang belum berani permanen

Henna merupakan pewarna alami yang berasal dari daun tanaman henna. Henna dapat memberikan warna merah kecokelatan pada rambut dan dapat menutupi uban.

Cara penggunaannya biasanya dengan mencampur bubuk henna dengan air atau teh, lalu dioleskan ke rambut dan dibiarkan beberapa jam sebelum dibilas. Henna cenderung tidak menyebabkan kerusakan rambut seperti pewarna kimia keras.

Bahan alami Hasil kuat dan cenderung awet

Pewarna rambut temporer memberikan hasil sementara dan biasanya bertahan hanya beberapa kali keramas. Cat ini tersedia dalam bentuk semprot, busa, gel, atau kapur rambut.

Produk ini cocok untuk acara khusus atau untuk mencoba warna baru sebelum memutuskan memakai pewarna yang lebih permanen.

Paling cepat pudar Cocok untuk eksperimen warna

Toning atau penggunaan toner terutama dipakai untuk menetralisir warna yang tidak diinginkan, seperti kuning atau oranye setelah proses pemutihan atau pewarnaan.

Toner membantu menyegarkan warna uban dan memberikan hasil yang lebih seimbang tanpa mengubah warna rambut secara drastis. Ketahanannya mirip semipermanen dan perlu diulang secara berkala.

Menetralisir warna Dipakai setelah bleaching/pewarnaan

Saat memilih pewarna rambut uban, pertimbangkan kondisi rambut, sensitivitas kulit kepala, dan seberapa lama hasil yang diinginkan. Pewarna permanen dan henna memberikan hasil yang lebih tahan lama, sedangkan temporer dan toner lebih lembut dan mudah diubah.

Latihan 1 – Skala Ketahanan Pewarna Uban

Seret setiap jenis pewarna ke posisi yang tepat, dari paling cepat pudar sampai paling awet.

Cat rambut temporer
Toning / Toner
Cat semipermanen
Cat permanen
Henna
Paling cepat pudar
Letakkan jenis yang paling cepat hilang.
Menyegarkan warna
Toner/toning.
Sedang
Semipermanen.
Awet
Cat permanen.
Alami & kuat
Henna.

Latihan 2 – Kuis Benar / Salah

Jawablah dengan memilih Benar atau Salah sesuai materi di atas.

  1. Cat rambut permanen biasanya mengandung amonia dan developer sehingga hasilnya paling tahan lama untuk menutup uban.
  2. Cat rambut semipermanen dapat menembus sampai ke korteks rambut dan menutup uban secara permanen.
  3. Henna berasal dari bahan alami dan umumnya memberikan warna merah kecokelatan pada rambut uban.
  4. Cat rambut temporer biasanya bertahan sampai berbulan-bulan dan sulit dihilangkan.
  5. Toner digunakan terutama untuk menetralisir warna yang tidak diinginkan, seperti kuning atau oranye setelah proses pemutihan atau pewarnaan.